Seperti janji sebelumnya, jika ada yang yang pertama, maka akan ada yang selanjutnya. Kali ini kembali dengan Review Novel 2: Truth.
Novel ini belum terbit versi cetak bahkan e-book, masih ada di Wattpad, jadi bisa kalian baca gratis!
Worth it-kah novel ini untuk dibaca?
Sebelum menjawabnya, ada baiknya kita kenalan dengan penulis.
Namanya Adityo Wahyu Nugroho, nama penanya Yuse Nugi! Badass enggak, tuh, nama penanya? Udah mirip nama cucu Kakek Sugiono. Hahaha.... Umurnya udah 27 tahun. Dia seorang penulis amatir, sama seperti saya, masih dalam tahap penemuan jati diri dan gaya khas dalam menulis. Karyanya di Wattpad lumayan banyak, ada 5 karya, yang masing-masing sudah memiliki jumlah pembaca yang lumayan.
Lantas? Layakkah novel ini untuk dibaca?
Sangat layak!
Kenapa?
Karena meskipun "Truth" merupakan novel teenfiction, fokusnya tak hanya sekadar soal percintaan remaja, walaupun benar cerita ini bergerak karena masalah itu, tetapi tema persahabatan, pem-bully-an di sekolah, dan pengungkapan kebenaran yang harus diutamakan dibanding percaya kabar angin, sangat kuat terasa. Namun, tetap ringan untuk dibaca remaja, apalagi di dalamnya terdapat badboy dan goodboy yang sedang digandrungi para remaja sekarang.
Dari segi cerita, plot-nya sederhana, tetapi dibawakan dengan sangat mengalir oleh kepandaian penulis meramu kata. Diksi yang digunakan boleh saya bilang "ajaib", tak terpikir kata tersebut bisa digunakan untuk sebuah cerita, sedikit absurd, tetapi masuk. Kalian bakal tahu kalau sudah membaca. Hahaha....
Penulisannya sudah lumayan rapi, tetapi ada beberapa typo dan kesalahan penggunaan "ku" dan hal teknis lainnya yang masih dapat dimaklumi.
Penokohan sangat baik, karakternya sangat kuat untuk setiap tokoh. Namun, ada yang ganjil sedikit di tokoh sampingan, teman si tokoh utama yang dipanggil Gendut. Di ending terjadi perubahan besar yang terjadi padanya, tetapi tak dimunculkan sedikit pun dalam cerita yang mengisahkan proses perubahannya, dari sejak dia dimotivasi sampai dia tiba-tiba muncul di ending. Tak ada teman-teman yang mengenalinya saat mendekati ending. Lantas selama proses itu apakah si Gendut tidak sekolah?
Secara keseluruhan, di luar kesalahan kecil yang ada, novel "Truth" layak kalian baca, apalagi untuk para remaja. Saya yang sudah tidak remaja saja dibuat tersenyum-senyum dengan keunikan tokoh di dalam ceritanya.
Sekian Review Novel 2: Truth kali ini, untuk review selanjutnya, saya akan me-review novel salah satu penulis yang bernaung di tempat yang sama dengan saya di Cabaca, novel bergenre romance yang sayang jika kalian lewatkan. Jadi? Tetap setia membaca blog ini! Sampai jumpa di posting-an selanjutnya! Bagi yang mau membaca "Truth", silakan sentuh link berikut: https://my.w.tt/acwH0F0oA0

Itu udah jujur! Mau gimana lagi? 🤣
BalasHapus